Merdeka Menginspirasi

Oleh: Hj. Siti Muntamah Oded, S.AP.
(Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS Jawa Barat)

Bagian dari kemerdekaan jiwa seorang manusia bernama perempuan adalah mengingat keberadaan keluarga yang belum sempat tersyukuri dan termuhasabahi. Masih bisa berkegiatan, masih bisa berdiskusi mendalam dengan pasangan, masih bisa menemani anak-anak melewati setiap proses pendidikannya, masih bisa berkontribusi di masyarakat, masih bisa menyuarakan kebaikan demi kebaikan, barangkali menjadi bagian dari rangkaian ladang syukur.

78 tahun Indonesia merdeka, sebagaimana jargon penyemangat di tahun ini yaitu “Terus Melaju untuk Indonesia Maju”, sejatinya dapat benar-benar menyemangati. Sejatinya menjadikan kita lebih percaya diri bahwa kita layak tampil dengan masing-masing keunggulan yang diampu. Terlepas bangsa ini belum pulih benar dari perjalanan musibah COVID-19, terlepas bangsa ini belum sepenuhnya mampu menyelesaikan laju ekonomi, dan terlepas bangsa ini masih belum tuntas dalam menyelesaikan persoalan perempuan, anak dan keluarga.

Namun bagian dari hakikat kemerdekaan adalah bagaimana kita sebagai kaum perempuan mampu berpikir proaktif dan mampu memberikan alternatif. Bukan sebaliknya, kita menjadi makhluk yang pasrah sesuai dengan keadaan. Melainkan bagaimana kita saling menghidupkan cita-cita satu sama lain, saling menginspirasi dalam pengelolaan keluarga dengan segala keunikan karakteristiknya, dan saling berlomba membuktikan bakti kepada masyarakat.

Bukan tak ada, satu orang perempuan yang yang berjibaku memerdekakan masyarakat di kampungnya dari kebutaan huruf Al Quran. Bukan tak ada, perempuan yang mengekspresikan rasa cinta kepada lingkungan sekitarnya dengan mengkampanyekan gerakan nyata pengelolaan sampah. Bukan tak ada, perempuan honorer yang tetap mewakafkan waktu dan pikirannya untuk mengantarkan para muridnya menuju cita-cita nasional mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kecintaan, kesetiaan, keresahan, berpadu menjadi sebuah energi indah dalam rangka mengukuhkan bangsa ini sebagai bangsa yang merdeka. Adapun caranya, adapun prosesnya, adapun bentuknya, adapun polanya, adapun modelnya, jelas beragam berdasarkan keterampilan dan keahlian masing-masing.

Peluk dari jauh bagi di antara Ibu dan para pejuang keluarga yang barangkali saat ini sedang hadapi ujian. Semoga apapun ujiannya, menjadi penguat diri untuk dapat melewatinya dengan bijaksana. Semoga Allah menjaga dan melindungi kita dari berbagai krisis. Krisis ekonomi, krisis moral, dan krisis lainnya. Semoga menjadi bagian dari insan yang terus melaju menciptakan alternatif demi alternatif.

Menginspirasilah untuk perubahan yang maslahat.

Dirgahayu Republik Indonesia.
Merdeka…!