Spirit Hari Sumpah Pemuda; “Tetap Berkarya Di Sepanjang Usia”

Oleh: Hj. Siti Muntamah Oded, S.AP.

(Ketua BPKK DPW PKS Jawa Barat)

Terus Bergerak, Bergerak Terus

Ini bukan tentang usia kita apakah masih muda atau sudah tidak lagi uda, melainkan ini tetang spriti. Tentang semangat. Dan apabila dengan perbedaan suku bangsa dan budaya, para pemuda di tahun 2028 bergerak membangkitkan kesadaran untuk menguatkan bangsa yang satu.

Kiranya, spirit bangkit itu semestinya ada di setiap kita, di usia berapa saja. Tanpa batasan, dan hakikatnya demikian

Sebagai umat muslim, kita telah diingatkan dan dikuatkan oleh Allah Swt. Dalam banyak ayat, salah satunya dalam Qur’an surat Al-Insirah ayat 6. “Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan”. Tak kalah populer, Quran Surat Al-Baqarah ayat 286 juga menegaskan kepada kita. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” Artinya, sebuah keniscayaan untuk kita yakini bahwa bukan seberapa rumit masalah yang kita hadapi, melainkan seberapa besar takaran kesanggupan kita menghadapinya.

Maka, penting kiranya, kita menumbuhkan kedewasaan diri dari fase ke fase. Untuk apa? Untuk memperkaya kemampuan, hingga kita tak mudah menyerah hanya karena alasan yang tidak selayaknya. Hingga kita merasa ringan menopang kewajiban, sebagaimana seorang pendaki yang terus berorientasi pada tujuan meski dirinya tahu di mana sekian orang pendaki lainnya memilih kembali turun ke dasar pedakian alias gagal.

Kemauan, Kesanggupan.

Menjalani hidup, kadang Sebagian kita tak mempersiapkan ilmunya. Bahkan bisa dikatakan spekulasi. Kita tak belajar secara khusus bagaimana melayani pasangan dengan baik dan benar. Tak pernah pula belajar secara khusus tentang bagaimana mendidik anak dengan visioner dan terstruktur. Bahkan untuk printilan wawasan terkait teknik-teknik menghadapi buah hati dengan segala dinamika. Pun bagaimana kita menghadapi lingkungan sosial kita.

Rata-rata kita menjadi khalifah di muka bumi ini adalah dengan LEARNING BY DOING. Belajar sambil praktik langsung (di lapangan). Bahkan langsung bersama kasusnya, langsung bersama problemnya. Maka wajar pula, bila di tengah jalan terjadi TRIAL AND ERROR.

Dan itulah KAWAH CANDRADIMUKA. Kawah belajar kita yang memang tanpa batas. Tanpa batas berakhirnya. Bahkan tanpa jeda. Artinya, disadari atau tidak, dengan menyengaja atau tidak, hakikat kita menghadapi kehidupan adalah proses belajar. Dan kuncinya adalah dengan adanya kemuan. Kemauan untuk belajar. Lalu dari kemauan itulah tumbuh kesanggupan. Allah hadirkan rezeki berupa problem solving. Demikian juga dengan emergency exit dalam kondisi mendesak atau kondisi darurat, jika kemauan belajar bertumbuh, maka kesanggupan mencari solusi pun akan hidup dan terus hidup.

Selamanya Menjadi Pahlawan

Kadang-kadang, sikap dan jiwa pahlawah itu dibuktikan dengan perjalanan yang seolah dipandang “tak lumrah”. Contoh sederhananya adalah, berani “berisik” memperjuangkan atau mengadvokasi persoalan yang sangat prinsip di tengah sikap tak peduli kebanyakan orang. Contoh berikutnya, berani memulai kebaikan, di saat orang lain atau kebanyakan orang meragukan apa yang kita inisiasi. Contoh berikutnya lagi, berani berbuat tanpa pamrih di saat orang-orang serba memperhitungkan untung rugi dan materi.

Pun dengan pahlawan kita yang merupakan pionir, cikal bakal, pemilik kisah fenomenal, penyandang julukan yang monumental, jika kita telusuri satu demi satu, rerata di antara mereka punya keunikan alias “ketaklumrahan” dalam memperjuangkan kebaikan dan kebenaran.

Sebagai umat muslim, kita tak bisa lepas dari ketokohan Baginnda Rasulullah Muhammad Saw, para nabi, rasul dan para sahabatnya. Heroisme, dramatisme, optimisme, semua berpadu menjadi lembar-lembar kisah kepahlawanan. Pun generasi-generasi berikutnya. Bagaimana para ulama telah berlumur darah untuk memperjuangkan Indonesia merdeka.

Bahagia Menjadi Perintis

Tak ada kata kesiangan untuk menjadi perintis. Karena hakikat manusia adalah “tyawashoubilhaqq tawashoubishshobr”. Hakikat berikutnya lagi adalah bagaimana kita membuktikan diri sebagai penebar manfaat bagi banyak jiwa. Tentu saja, dengan sekian potensi yang memungkinkan untuk kita abdikan. Potensi kepemimpinan, potensi kepakaran, potensi ketokohan, potensi kecakapan, di mana potensi dasar dari semuanya adalah kreativitas. 

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023. Teriring doa untuk para perintis peradaban.

Mari menjadi pionir untuk hari ini dan hari depan. Menggeliat untuk berlomba menghadirkan kreativitas. Mendekap dan menjaga keluarga dari keutuhan kasih sayang dan pendidikan, demi sebuah bangsa yang kokoh nan berkeadaban. Karena sejatinya kita semua adalah pejuang keluarga.

Salam cinta