Lumbung Padi Nasional Terkikis, Syaikhu: Perhatikan Kesejahteraan Mereka

Bandung, KBRN – Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dikenal sebagai kota industri, karena ribuan pabrik beroperasi disana.

Namun jauh sebelum itu, Kabupaten Karawang dijuluki sebagai “lumbung padi nasional”. Dulu, Kabupaten Karawang memiliki area persawahan yang luas dan penghasil produksi padi yang melimpah. Dan penduduk Karawang mayoritas bekerja menjadi petani, baik sebagai yang punya lahan ataupun buruh.

Namun kini, semakin berkurangnya sawah di Karawang, membuat penduduk Karawang beralih profesi menjadi buruh pabrik atau profesi lain, hanya sedikit saja yang masih bekerja sebagai petani.Kesejahteraan petani yang dinilai masih kurang, menjadi perhatian Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu.

Ahmad Syaikhu menilai, kesejahteraan para petani di Indonesia masih sangat jauh dari kata layak, apabila dibandingkan dengan negara luar yang mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk sektor pertanian. 

Seperti negara Jepang yang mendapatkan gaji hingga 21 juta rupiah per bulannya, atau negara Amerika yang mendapatkan 832 juta rupiah per tahun nya, bagi pekerja tani.

“Kalau kita melihat petani dari luar, dukungan pemerintah itu tinggi sekali, nah justru kita malah sebaliknya. akan sangat terpukul para petani itu pada saat panen raya, justru kita lakukan import. bagaimana para petani tidak merugi?”, ungkapnya pada saat ditemui di Brits Hotel, Karawang, Minggu (07/01/2024).

Ahmad Syaikhu menambahkan, perlunya alternatif lain dari pemerintah, mengingat ketersediaan pupuk yang hingga saat ini masih terbatas.

“Perlu kedepan diadakan kebijakan dari pemerintah daerah maupun pusat, bahwa ketersediaan kebutuhan petani itu harus ada ketika diperlukan. kalau tidak tersedia harus ada upaya-upaya yang memudahkan. misalnya penggunaan pupuk alternatif seperti pupuk organik yang harus dibuat oleh pemerintah, diberdayakan petani, sehingga para petani bisa membuat pupuk sendiri mandiri,” ujarnya.

Ditempat yang sama, hal senada pun diucapkan Ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu. Kang Haru memaparkan salahsatu program yang dicanangkan capres No. Urut 1 Anies Baswedan, yakni asuransi gagal panen. Menurutnya, program jaminan asuransi panen gagal tersebut, dinilai efisien untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Ditengah kurangnya minat pada bidang pertanian, khususnya pada generasi muda.

“Nggak bisa kita berharap ini selesai di kabupaten karawang, di jawa barat juga. Kalau kita cenderung sentralistik, apa-apa ditarik oleh pusat, maka kita juga harus punya paket kebijakan agar petani sejahtera,”sambung Kang Haru.

“Makanya program pak anies kan ada jaminan asuransi kalau panen gagal. Jadi supaya petani itu menguntungkan. Sampai ada kepala daerah yang mengatakan kalau jadi petani itu nggak akan pernah kaya. Kalau sampai petani tidak pernah kaya, berarti kita salah kebijakan. Nanti ngga akan ada yang mau jadi petani kalau begitu kesimpulan nya. Kita akan import terus,”tutupnya.

Dengan menjaga kesejahteraan para petani, tentunya akan menyetabilkan ketahanan pangan, supaya tidak melulu import. Juga pergerakan roda ekonomi akan selalu terjaga, khususnya di pedesaan.