Kandidat Untuk Pilgub Jabar Masih Digodok, PKS Utamakan Sosok Fleksibel

Bandung, rmoljabar – Nama kandidat yang bakal diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar masih menjadi rahasia. Meskipun, ada dua nama yang telah disiapkan untuk bertarung di Pilgub mendatang.

Adapun dua figur yang telah dipersiapkan PKS untuk maju dalam perebutan kursi kepemimpinan di Jawa Barat, yakni Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandharu dan mantan Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Menurut Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial DPP PKS, Netty Prasetyani, pembahasan mengenai kandidat yang akan maju sebagai bakal calon gubernur hingga saat ini masih terus digodok elite partainya.

“Masih terus digodok, karena kalau berbicara Jawa Barat adalah provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia, tapi uniknya tidak memiliki sumber daya tambang, minyak bumi, sehingga yang harus menjadi andalan Jawa Barat adalah sumber daya manusianya,” ujar Netty, Jumat (7/6).

“Bagaimana nama-nama yang saat ini didorong DPW ke DPP yakni Kang Haru dan Kang Idris bisa menyodorkan program Jabar Tomorrow, Jabar yang akan ada di masa yang datang, nah inilah yang sangat penting,” imbuhnya.

Netty mengungkap, Jawa Barat juga menjadi salah satu provinsi unik. Selain penyangga ibu kota, Jawa Barat juga dihuni penduduk dengan tingkat majemuk yang tinggi.

“Diharapkan orang yang nantinya diusung memiliki fleksibilitas terhadap pluralitas baik itu suku, agama, budaya yang ada di Jawa Barat,” jelas Netty.

Disinggung siapa yang lebih cocok memimpin Jawa Barat, dijelaskan Netty, keduanya merupakan putra-putra terbaik. Sehingga baik Haru Suandharu maupun Mohammad Idris diyakini memiliki kemampuan dan sangat layak memimpin Jawa Barat.

“Keduanya memang memiliki karakteristik yang berbeda, karena tumbuh dan berkembang di wilayah Jawa Barat yang berbeda, Pak Idris di Depok yang dekat dengan Jakarta kemudian juga budayanya Sunda Betawi, berbeda dengan Kang Haru yang tumbuh dan besar di Kota Bandung atau Priangan yang juga berbeda dengan Sunda Betawi tinggal bagaimana kemudian pak haru dan pak idris ini membuktikan mana diantara keduanya yang memiliki tingkat kesukaan oleh masyarakat,” paparnya.

“Semoga siapapun yang nanti diamanahi maju di Pilgub bisa meneruskan tradisi baik yang pernah dilakukan Kang Aher pada 2008–2018. Kalau dulu kita punya Yesterday for Jabar, maka di tangan Kang Hary atau Kang Idris ini lah Jabar Tomorrow,” tandas Netty.