Ketua BTN DPW PKS Jabar: Nàsib 3,2 Juta Petani Jabar Harus Diperhatikan admin 27 October 2021

Ketua Bidang Tani dan Nelayan (BTN) DPW PKS Jawa Barat yang juga anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, H Didi Sukardi mengatakan, jika partai politik ingin menang harus perhatikan petani. Pasalnya ada 3,2 juta petani di Jawa Barat yang harus diperhatikan.

“Potensi itu jika membela petani, PKS akan jadi partai besar di Jawa Barat,” ungkap Didi Sukardi, saat launching Sekolah Tani dalam acara PKS Bersama Petani, di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Ahad (24/10/2021).

Menurut Didi, dengan tageline “PKS bersama petani”, PKS bertekad memperjuangkan para petani agar lebih sejahtera.

Dia mengungkapkan, berbicara masalah petani adalah penunjang lapangan kerja, penyumbang devisa paling besar. Petani adalah tentang ketahanan pangan yang mengokohkan pangan nasional.

“Namun permasalahan yang dihadapi petani banyak. Di antaranya kepemilikan lahan. Petani yang memiliki lahan sendiri sangat sedikit hanya 0,2 persen. Kebanyakan hanya sebagai buruh tani atau penggarap. Termsuk juga permasalahan modal dan tata niaga pertanian,” katanya.

Karena itu, tutur Didi, BTN Jabar hadir untuk kesejahteraan petani. BTN punya program sekolah tani, dengan sasaran utama kaum milenial.

“Salah satu alasan sasaran kaum milenial itu, karena dari 3,2 juta petani di Jabar mayoritas berusia 40 tahun ke atas. Sekolah Tani memberi motivasi petani muda agar bangga jadi petani sampai sukses. Memberi pembinaan, teknik pertanian dan tata niaga,” katanya.

Pada kegiatan tersebut turut hadir pula anggota Komisi II DPRD Jabar  Hj. Sari Sundari, S. Sos. dan saat menyampaikan tanggapannya terkait Hari Tani Nasional, kepada Bipol.co, menurutnya, Kaitan perjuangan PKS dalam mendorong nasib para petani, menurut Hj. Sari Sundari, PKS di DPRD salah satunya melalui dorongan regulasi. Dewan saat ini telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi tentang Pusat Distribusi Provinsi (PDP). Ujar Hj, Sari.

Didi pun menambahkan, BTN Jabar menjalin kerja sama dengan para pengusaha dan insvestor untuk memasarkan pertanian, guna menghindari petani merugi dengan harga yang tak menentu.

Didi berharap program yang dilakukan BTN Jabar dalam melakukan pembinaannya kepada para petani, diikuti pula oleh BTN kabupaten/ kota se Jawa Barat.

Mungkin Kamu Juga Suka

Artikel Terkait

Scroll