Tebar Hewan Kurban, Netty: Jadikan Sebagai Momentum Saling Berbagi
JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengingatkan masyarakat agar Idul Adha menjadi momentum saling berbagi pada sesama. “Idul Adha mengajarkan kita untuk saling berbagi dan peduli pada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini ada banyak masyarakat yang pendapatannya berkurang atau hilang sehingga sulit membeli daging sebagai sumber asupan bergizi,” kata Netty dalam keterangan media, Minggu (10/07/2022).
“Mendapatkan daging kurban yang sehat, tinggi protein dan diberikan dengan keikhlasan dan rasa cinta tentu membahagiakan bagi para penerimanya,” lanjut Netty.
Ketua DPP PKS Bidang Kesos mengatakan bahwa prosesi kurban sebagai ajaran agama terbukti memiliki dampak ekonomi dan sosial yang nyata.
“Para pedagang hewan kurban terbantu karena dagangannya terjual, dan masyarakat pun mendapatkan makanan tinggi protein secara gratis,” ujarnya.
Lebih lanjut, Netty mengatakan, “Pemenuhan makanan tinggi protein sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya calon ibu dan balita. Jika gizi terpenuhi tentunya akan berkorelasi dengan penurunan angka stunting yang masih bermasalah”.
Pada Idul Adha 1433 H ini, Netty membagikan hewan kurban berupa 7 ekor sapi dan 38 kambing/domba yang didistribusikan di beberapa titik di wilayah Cirebon, Indramayu, Bandung Barat, Bali dan Bogor.
Wakil Ketua FPKS DPR RI ini juga meminta pemerintah agar mengawasi hewan kurban dan penyembelihannya selama 3 hari tasyrik.

“Pemerintah harus memitigasi dampak buruk yang mungkin terjadi. Pastikan hewan kurban sehat dan layak untuk dikonsumsi masyarakat. Lakukan pemeriksaan agar hewan kurban yang disembelih bebas dari wabah Penyakit Mulut Kaki (PMK). Satgas PMK harus sering-sering mengecek langsung ke lapangan, seperti masjid, RPH dan lain-lain,” ujar Netty.
Terakhir, Netty meminta masyarakat agar berpartisipasi dalam pencegahan wabah PMK maupun penyakit-penyakit lainnya.
“Masyarakat harus terbuka dan melaporkan ke Satgas jika ada hewan yang kondisinya tidak sehat. Fatwa MUI hanya membolehkan untuk hewan dengan gejala ringan. Jangan paksakan untuk menyembelih hewan kurban dengan gejala berat. Kita tidak boleh mempertaruhkan kesehatan masyarakat akibat mengonsumsi hewan berpenyakit,” katanya.
Artikel Terkait
-
Aksi Bela Palestina Kembali Digaungkan Masyarakat di Gedung Sate, Haru: Indonesia Berutang Budi
Bandung, tribunjabar.id - Aksi bela Palestina kembali dilakukan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Gedung Sate, Bandung, Minggu...
11 December 202387LikesBy titantitin -
Banyak Warga Masih di Perjalanan Saat Momen Berbuka, PKS Jabar Bagikan Takjil Gratis
Bandung — Menjelang waktu berbuka puasa, arus kendaraan di sekitar kantor DPW PKS Jawa Barat masih padat. Sepeda...
2 March 202688LikesBy Noor Hafidz -
“Kenapa Lagu Ya Lal Wathon Bukan Lagu yang Lain?” Ini Jawaban Gus Aam
Oleh: Gus Aam Wahib WahabCucu KH. Wahab Chasbullah, Pendiri NU dan Pahlawan Nasional Lagu Ya lal Wathon menyambut...
14 September 202362LikesBy titantitin