Satu dari Empat Anak Indonesia Tumbuh Tanpa Ayah, PKS Jabar Cetak Puluhan Ketua Forum Ayah
Bandung — Fenomena fatherless bukan hanya terjadi karena ketidakhadiran seorang ayah dalam keluarga. Ayahnya ada di rumah, tapi anak-anaknya tumbuh seolah tanpa ayah. Bukan karena perceraian, bukan karena kematian, tapi karena kehadiran yang hanya fisik, sementara ruang emosional antara ayah dan anak dibiarkan kosong. Inilah yang disebut fatherless yang sedang terjadi di jutaan keluarga Indonesia hari ini, termasuk di Jawa Barat. Untuk itu, PKS Jabar berupaya meningkatkan standar kehadiran Ayah lewat “Forum Ayah”.
“Islam menempatkan seorang ayah sebagai pemimpin (qawwam), bukan sekedar pencari nafkah. Ia adalah pemimpin yang berperan menjaga, melindungi, membimbing, mendidik, mencukupi nafkah, dan bertanggungjawab atas rumah tangganya. Ketika ayah hanya hadir secara fisik tapi absen secara emosional, yang tumbuh bukan keluarga yang utuh, tapi keluarga yang diam-diam sedang retak dari dalam,” ujar Sekretaris DPW PKS Jawa Barat, Atang Trisnanto dalam pembukaan Silaturahim dan Penguatan Forum Ayah Se-Jawa Barat di Bandung, Ahad (20/9/2026).
Angkanya tidak kecil. Berdasarkan Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 (PK-25) oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, 25,8 persen keluarga dengan anak di Indonesia mengalami fenomena fatherless — satu dari empat anak hidup dalam situasi di mana peran ayah tidak hadir secara utuh.
Sekitar 22,9 juta anak mengalami kondisi di mana sosok ayah secara fisik ada, namun secara emosional tidak hadir. Lingkar Ayah Indonesia menemukan bahwa lebih dari 60 persen anak usia remaja di kota besar mengaku jarang berinteraksi langsung dengan ayahnya dalam seminggu.

Ayah 4 orang anak yang akrab dipanggil Kang Atang ini menegaskan bahwa menjadi ayah yang hadir bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, ia merupakan buah dari latihan yang konsisten membentuk kebiasaan. Untuk menumbuhkan habit dan menjaga konsistensinya, maka di sini-lah peran “Forum Ayah” yang saling menginspirasi dan menguatkan.
“Para ayah perlu ruang untuk tumbuh dan belajar bersama. Forum Ayah adalah ruang itu — tempat para ayah tidak perlu berpura-pura kuat sendirian. Karena menjadi ayah yang hadir bukan sekedar naluri, tapi keterampilan yang harus terus dikuatkan dan dijaga dengan saling memberikan inspirasi dan pengalaman,” ujar Kang Atang.
Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) DPW PKS Jawa Barat, Sari Sundari menegaskan bahwa gerakan ketahanan keluarga tidak bisa terus bertumpu pada satu pundak saja.
“Selama ini gerakan ketahanan keluarga banyak bertumpu pada ibu. Tapi keluarga itu berdiri di atas dua tiang — dan ketika salah satunya goyah, seluruh bangunannya terancam. Forum Ayah hadir untuk memastikan tiang yang satu itu kuat, hadir, dan terlibat,” tegasnya.

Sari menambahkan bahwa pendekatannya diupayakan dapat menjadi forum yang nyaman— jauh dari kesan formal dan menggurui.
“Kami tidak ingin Forum Ayah terasa seperti ceramah atau kelas formal. Para ayah perlu masuk melalui pintu yang akrab bagi mereka, yakni komunitas hobi, olahraga bersama, ngobrol santai. Dari sana, perlahan, ruang berbagi dan saling menguatkan itu tumbuh dengan sendirinya,” pungkasnya.
Ketua Forum Ayah Jawa Barat Aris Setyawan menegaskan bahwa Forum Ayah bukan sekadar perkumpulan biasa.
“Forum Ayah dirancang sebagai ruang yang hidup — tempat para ayah bisa belajar dari pengalaman satu sama lain, berbagi keresahan yang sama, dan saling menguatkan dalam menjalankan peran yang tidak pernah ada sekolah formalnya. Karena menjadi ayah yang baik itu perjalanan, bukan tujuan yang bisa langsung dicapai,” ujarnya.
Kegiatan yang mengambil format Training for Trainer ini dihadiri sekitar 50 peserta — perwakilan dari berbagai DPD PKS se-Jawa Barat yang nantinya akan menjadi ketua Forum Ayah di daerahnya masing-masing. Melalui mekanisme ini, satu pertemuan di tingkat provinsi diharapkan melahirkan penggerak-penggerak Forum Ayah yang tersebar di 27 kota dan kabupaten se Jawa Barat.

Artikel Terkait
-
Soal Krisis Pangan 2023, Haru Suandharu Minta Pemerintah Berhenti Bergimik
BANDUNG – Ketua DPW PKS Jawa Barat Haru Suandharu mengatakan bahwa pemerintah harus melakukan langkah konkrit dan berhenti...
13 November 202263LikesBy titantitin -
Gaet Pemuda, DPW PKS Jabar Siap Jalankan Amanat Hasil Rakernas 2021
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baru saja menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas), pekan lalu. Dalam Rakernas PKS 2021, mengamanatkan...
-
Permenaker No 4/2023 Beri Tambahan Manfaat, Netty Aher: PMI Banyak Tak Daftar BPJS Ketenagakerjaan karena Sulit Klaim
Jakarta - Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 4 Tahun 2023 mengatur adanya tambahan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan bagi...
7 October 202386LikesBy titantitin