Sejarah tidak boleh mereduksi peran ulama dalam tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Begitu kesimpulan yang disampaikan Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor, Dedi Aroza, ketika menanggapi diskusi bertajuk “Peran Ulama dalam Kemerdekaan RI.”
Setelah mengunjungi keluarga ulama pejuang KH. Soleh Iskandar, tepat 17 Agustus 2021; Bidang Pembinaan Ummat (BPU) DPD PKS Kabupaten Bogor menindaklanjuti dengan diskusi publik melalui saluran zoom meeting dan kanal Youtube. Diskusi itu menghadirkan akademisi dan dosen UIKA, Dr.H. Abas Mansur, M.A. serta putra pejuang kemerdekaan KH Sholeh Iskandar; H.Didi Hilman, M.H, M.Pd.I.
Abas Mansur dalam paparannya mengungkapkan peran ulama Jawa Barat merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
“Para Kyai menjadi pemimpin masyarakat yang menentang Belanda. Kerjasama tersebut sangat membahayakan Belanda,” ungkap Mansur mengutip sumber sejarah.
Pandangan itu diamini Didi Hilman yang mencontohkan mendiang ayahnya sebagai komandan Batalyon “O” Brigade Tirtayasa, Siliwangi (1947-1950). Bahkan jejaknya bisa napaktilas sampai saat ini, dari pesantren Darul Fallah, Darul Muttaqien, Tarbiayunnisa, Rumah Sakit Islam Bogor, kampus UIKA, dan LPPOM MUI.
“Tampak jelas bagaimana, perjuangan dan pembelaannya terhadap ummat,” papar Didi.
Dalam menjawab pertanyaan soal peran ulama dalam perjuangan kemerdekaan, Abas menegaskan bahwa dominan darah daging ulama telah memberikan sumbangsih lahirnya Republik Indonesia.
“Tidak boleh peran penting ini dihilangkan dari sejarah. Bahwa, ulama dan santri bahu-membahu melakukan perlawanan terhadap penjajah,” ungkap dosen UIKA ini.
Ketua (BPU) DPD PKS Kabupaten Bogor, Mustofa mengaku baru mengenal detail kejuangan KH.Sholeh Iskandar setelah mendapat keterangan melalui kegiatan ini.
“Sebelumnya, saya hanya mengenal beliau sebagai nama jalan utama saja. Setelah mengikuti kegiatan ini, menjadi lebih dekat dan memaknai kejuangannya,” ujar Mustofa mengulas diskusi.
Didi Hilman berharap PKS mampu menjadi perekat ummat seperti halnya KH Sholeh Iskandar dulu lakukan. Ia juga menilai PKS sebagai partai anak muda akan menjadi besar dan selalu menjaga kepercayaan ummat.
“Saya berharap, PKS mempererat ukhuwah ummat, langgeng menjaga khitahnya sedari awal. Belajar dari keberhasilan dan kegagalan dakwah di masa lalu, sehingga menjadi partai yang semakin besar.” pungkas Didi menutup diskusi malam itu (Sabtu, 28/8/2021).
Artikel Terkait
-
BPKK PKS Jawa Barat Resmikan Beranda Konsultasi Keluarga
BANDUNG - PKS memiliki tekad dan semangat untuk melayani rakyat, serta selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk rakyat...
17 October 202280LikesBy titantitin -
Saat Banyak yang Dilupakan, Lansia di Cianjur Selatan Justru Disambangi dan Dimuliakan
Bandung — Di hari yang secara nasional ditetapkan untuk mengenang dan memuliakan para orang tua, sebagian dari mereka...
30 May 202651LikesBy Noor Hafidz -
BIPEKA PKS Jabar: Perempuan Menanggung Peran Ganda yang Tak Pernah Ringan
Bandung — Di balik ketangguhan seorang ibu, tersimpan kerja panjang yang kerap tak terlihat. Banyak perempuan hari ini...
24 December 2025130LikesBy Noor Hafidz