Didi Sukardi Gagas Pasar Tani untuk Kesejahteraan Petani
CIAMIS – Anggota DPRD Jawa Barat, Didi Sukardi menggagas konsep Pasar Tani sebagai solusi untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga minimalis. Didi menamakan gagasan tersebut dengan Pasar Tani KDS (Pasar Tani Kang Didi Sukardi) yang diresmikan di Saung Sawah Sukamaju, Ciamis, Selasa, (07/12).
“Saya Didi Sukardi me-launching Pasar Tani KDS. Jadi, Pasar Tani ini nanti akan menyambungkan antara hasil produksi pertanian dari para petani untuk dijual kepada konsumen akhir. Nah, yang menghubungkan antara petani dan konsumen akhir kita sebut sebagai Pasar Tani,” kata Didi.
Adapun tujuan utama dari gagasan ini, kata Didi, agar tingkat kesejahteraan petani meningkat. Sebab kesejahteraan petani sendiri dapat diukur dari seberapa besar harga jual produksi mereka kepada konsumen. Jika petani menjual produk pertaniannya dengan harga murah kepada tengkulak, maka petani akan merugi. Selama ini, produk pertanian yang didistribusikan ke pasaran harus melewati mata rantai distribusi yang kompleks.
Sehingga ketika produk tersebut sampai ke tangan konsumen, harga tak lagi bersahabat karena telah dipangkas di tengah jalan. Sedangkan pada rantai pertama, petani tak bisa berbuat banyak. Dengan demikian, sambung Didi, kehadiran pasar tani dinilai efektif dalam menghubungkan petani dan konsumen secara langsung.
“Saya hadir untuk menyambungkan itu semua agar tingkat kesejahteraan petani meningkat. Kenapa? Karena kita akan membeli harga dari petani itu jauh lebih tingggi daripada biasanya. Dan kita akan menjual kepada konsumen dengan harga jual yang jauh lebih murah dari harga pasar,” tambah Didi.
Didi juga menegaskan bahwa gagasan pembentukan Pasar Tani KDS tersebut semata hanya ingin menjawab keresahan para petani soal harga jual yang selalu rendah. Imbasnya, para petani tak bisa menikmati hasil memuaskan dari penjualan produknya.
“Pertanyaannya kenapa Pasar Tani KDS bisa melakukan itu? Karena memang ada disparitas harga ketika kita mampu memperpendek mata rantai distribusi. Bayangkan dari petani langsung ke konsumen, mata rantai distribusi ada yang kita pangkas. Yang kita pangkas itulah yang kemudian kita bagi keuntungannya, yang petama untuk petani yang kedua untuk konsumen akhir,” pungkasnya.
Artikel Terkait
-
Abdul Muiz : Rp 8,5 Miliar untuk Penataan Pantai Pangumbahan Sukabumi
Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Fraksi PKS Abdul Muiz melakukan kunjungan kerja ke pesisir Sukabumi, tepatnya di...
-
Dr Salim Segaf dan Ridwan Kamil Borong Gabah dari Petani
Karawang -- Ketua Majelis Syura PKS Dr Salim Segaf Al Jufri bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan...
-
Kang Haru: Pemerintah Hendaknya Lebih Perhatian Kepada Atlet
Bandung - Memanah merupakan salah satu kegiatan yang menjadi sunah Rasul dan memiliki nilai positif untuk mengharumkan bumi...
10 October 202358LikesBy titantitin