PKS Buka Rekrutmen Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) untuk Semua Kalangan Masyarakat titantitin 30 December 2021

BANDUNG – Sebagai bekal kemenangan pada tahun 2024 mendatang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyatakan membuka rekrutmen Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) untuk semua kalangan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, Drs. H. Anwar Yasin melalui sambungan telepon, Selasa (28/12/21).

Dijelaskan Anwar Yasin, BCAD adalah sistem untuk memudahkan orang untuk bergabung bersama PKS, terutama di Jawa Barat. Oleh sebab itu pencalonannya harus dibuka secara lebar dari berbagai disiplin ilmu, latar belakang masyarakat serta keragaman yang ada dimasyarakat. Kata dia, masyarakat bisa bergabung bersama PKS selama mereka siap memperjuangkan kepentingan warga dan siap membangun negeri dengan berkeadilan untuk kesejahteraan.

“Harapan saya mereka bisa mengkuti pelatihan calon anggota dewan sehingga dewan PKS itu bersih, peduli dan profesional. Sekarang tugas kita bagaimana bisa mengajak orang-orang baik untuk berhimpun dan berjuang bersama PKS agar negeri ini menjadi lebih baik. Jadi tujuannya adalah bagai mana bisa menghimpun berbagai macam potensi manusia,” ucapnya.

Dikatakan juga, bahwa PKS itu harus menampung aspirasi seluruh masyarakat tidak terkecuali kelompok wanita atau kelompok milenial. Menurutnya, justru keragaman-keragamanlah yang membuat PKS menjadi lebih baik.

“Diharapkan pengurus PKS itu memahami masyarakat dengan baik. Jadi kalau pengurus tidak paham tentang masyarakat maka tidak akan pernah menemukan orang-orang potensial yang akan melakukan perbaikan-perbaikan di masyarakat,” ujar dia.

Sekarang, lanjut dia, tugas Strukur PKS berbagai jenjang harus mampu menghimpun masyarakat dengan menampilkan tokoh-tokohnya, sehingga ada keterwakilan masyarakat dalam memperjuangkannya. Dan kebersamaan ini dijadikan modal untuk mendorong cita-cita PKS untuk mensejahterakan masyarakat sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Jadi negeri ini perlu penyeimbang. Harus menghimpun orang-orang baik yang banyak karena syarat memperbaiki negara adalah orang-orangnya harus bersih sehingga tidak mengotori perjuangan. Ini harus diberikan wawasan dulu karena kala sudah menjadi anggota dewan mereka harus paham tupoksinya,” kata dia.

Kata dia juga, calon anggota dewan itu harus bisa membawa masyarakat ke arah kebaikan. Karena orang yang terpilih menjadi dewan di PKS harus mampu memperjuangkan kesejahteraan masyarakat baik dengan meningkatkan kecerdasannya maupun melipat gandakan etos kerja yang ada. Karena malas dan bodoh akan selalu jadi problematika dan sumber kemiskinan.

“Problematika kita adalah masyarakatnya tidak terdidik dengan baik untuk memahami nilai perjuangan dan melek politik,” tandasnya. “Jadi masyarakat itu jangan hanya jadi objek penderita saja, tapi jadikan masyarakat itu sebagai subjek pembangunan.”

Anwar Yasin menerangkan bahwa yang bergabung bersama PKS itu tidak harus S1 atau Doktoral. Yang penting, kata dia, mereka punya keinginan besar untuk belajar cepat karena pendidikan SMA pun sudah menjadi modal. “Saya yakin kalau anak SMA yang belajar cepat akan mengalahkan sarjana,” singkatnya.

“Ketika masyarakat menjadi pandai dan baik maka mereka akan lebih mudah memilih partai yang baik. Tapi jika masyarakat kita tidak terdidik dengan baik maka akan berbahaya. Jadi yang dikhawatirkan adalah dari tahun ke tahun kecerdasannya tidak bertambah. Masyarakat yang bodoh dan miskin artinya akan mudah ditipu dengan uang yang murah. Lalu bagai mana meningkatkan kualitas masyarakat, ini menjadi tugas kita,” lanjutnya.

Kata dia orang yang terpilih menjadi dewan itu nantinya akan memperjuangkan masyarakat untuk meningkatkan kecerdasan. Karena semakin banyak yang dibantu maka akan semakin baik kinerjanya.

Kedepan PKS itu, harapannya, adalah mempercepat kaderisasi anggota dewan atau dewan lama mendidik dewan baru.

“Jadi anggota dewan dari PKS itu seperti ini: dua periode di daerah, dua periode di provinsi dan dua periode di pusat. Harus ada regenerasi dewan melalui kaderisasi tersebut. Jangan sampai ada dewan yang terlalu tua di PKS. Partai juga harus memberikan lowongan pada kader-kader partai yang baru yang disiapkan partai. Tujuannya harus memberikan terobosan-terobosan yang baru. Aleg lama itu harus bisa mendidik aleg baru. Supaya di PKS itu harus gantian jadi dewan,” pungkasnya.

Mungkin Kamu Juga Suka

Artikel Terkait

Scroll