RUU PPRT Diteruskan ke 2024-2029, Netty: DPR Terpilih Harus Berikan Perhatian Khusus
Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta DPR periode 2024 – 2029 memberikan perhatian khusus pada Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) agar dapat segera disahkan.
“Diteruskannya pembahasan RUU PPRT ke periode selanjutnya harus disambut positif untuk mewujudkan perlindungan yang komprehensif kepada para pekerja rumah tangga. RUU PPRT akan masuk ke dalam daftar prioritas program legislasi atau prolegnas pada masa keanggotaan 2024-2029 dan harus segera disahkan,” terang Netty, Senin, 30 September 2024.
Netty juga berharap seluruh pihak terlibat serius dalam pengawalan RUU PPRT yang sudah lebih dari 20 tahun terabaikan.
“Pimpinan DPR periode ke depan harus serius memperjuangkan pengesahan RUU PPRT ini sebagai wujud komitmen negara dalam memberikan jaminan perlindungan bagi rakyatnya, ” kata Netty yang juga terpilih kembali sebagai Anggota DPR RI periode 2024-2029.
Netty meminta agar semua pihak berlapang dada dan mengawal pengesahannya. “Jangan ada lagi upaya menghalangi pengesahan RUU PPRT. Masyarakat dan khususnya para pekerja rumah tangga harus terus mengawal pembahasan RUU tersebut.”
Wakil Ketua Fraksi PKS ini mengaku sangat menyayangkan belum adanya payung hukum yang kuat bagi para pekerja rumah tangga di Indonesia. “Sudah saatnya negara hadir dan memberikan perlindungan hukum pada para pekerja rumah tangga yang jumlahnya mencapai 5 jutaan ini. Mereka jelas-jelas memberikan kontribusi dalam proses pembangunan.”
Oleh karena itu, lanjut Netty, “Kita berharap seluruh anggota dan pimpinan DPR RI terpilih periode 2024-2029 memiliki semangat yang sama dalam menilai pentingnya pengesahan RUU PPRT menjadi UU,” katanya.
Sebagai informasi, DPR RI menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan RUU Mahkamah Konstitusi (MK) untuk diteruskan ke periode selanjutnya 2024-2029 dalam rapat paripurna akhir keanggotaan 2019-2024.
Artikel Terkait
-
Ketika Ekonomi Tertekan, Ribuan Keluarga di Jawa Barat Justru Memilih Berkurban — Mengapa?
Dari 27 kabupaten dan kota, ribuan hewan kurban dihimpun. Bukan karena keadaan sedang mudah — tapi justru sebaliknya....
28 May 202640LikesBy Noor Hafidz -
Masyarakat Keluhkan Sampah Tak Diangkut, Ini Saran Kang Haru
BANDUNG, KBRN - 12 Hari sudah insiden kebakaran di TPA Sarimukti terjadi, tepatnya sejak 19 Agustus lalu, namun...
31 August 202373LikesBy titantitin -
Siti Muntamah Genjot Pembangunan Pemuda Jawa Barat
Komisi V DPRD Jawa Barat memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penyebab...