Mardani Ali Sera: PKS Menang Kalau Masyarakat Hatinya Lapang, Perutnya Kenyang, dan Pikirannya Tajam
Bandung — Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPP PKS, Mardani Alisera menggambarkan pemenangan bukan semata hasil di bilik suara, melainkan kondisi batin dan keseharian warga.
“PKS menang kalau bisa membuat masyarakat hatinya lapang, perutnya kenyang, pikirannya tajam, dan pada akhirnya mengantarkan ke kebaikan hidup yang lebih luas,” kata Ketua BP3 DPP PKS, Mardani Alisera, di Kantor DPW PKS Jawa Barat, Bandung, pada Sabtu (17/1/2026).
Menurut Mardani, keresahan yang paling sering ia dengar dari berbagai daerah bukan soal besar-kecilnya program, melainkan keinginan sederhana untuk didengarkan. Ia menilai, relasi antara partai dan masyarakat seharusnya dimulai dari kedekatan yang tulus.
“Masyarakat itu ingin didengar. Karena itu kader perlu sering bersilaturahim, hadir, dan menyimak. Kalau ada beban yang bisa dibawa, bawa. Insya Allah, banyak urusan bisa selesai dari situ,” katanya.
Ia menambahkan, PKS ingin diingat bukan hanya sebagai partai yang aktif berbicara, tetapi sebagai gerakan yang terasa manfaatnya.
“Kami ingin PKS dikenal sebagai partai yang dermawan. Bukan sekadar terlihat, tapi benar-benar dirasakan,” terangnya.
Nada serupa disampaikan Ketua DPW PKS Jawa Barat, Abah Iwan Suryawan, yang menekankan makna kemenangan di tingkat wilayah tidak berhenti pada capaian elektoral. Baginya, kemenangan memiliki dimensi kualitatif yang lebih panjang dan lebih dalam.
“Menang itu ada dua: kualitatif dan kuantitatif, namun yang utama adalah bagaimana kader dan masyarakat semakin mengenal nilai-nilai kebaikan dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari, dengan ketaatan yang terus meningkat,” tutur Iwan yang juga menjabat sebagi Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat.
Ia memandang, tujuan akhir dari seluruh proses politik adalah kebermanfaatan. Dari lingkup terkecil di keluarga, meluas ke masyarakat, hingga berdampak bagi negara.
“Hidup ini pada akhirnya soal bagaimana menjadi orang yang paling banyak manfaatnya bagi lingkungan, mulai di rumah, di sekitar kita, sampai pada bangsa ini,” katanya.
Iwan tidak menampik, peningkatan perolehan suara dan kursi di lembaga legislatif tetap menjadi bagian dari pemenangan. Namun, ia menegaskan, jabatan publik harus menjadi alat untuk memperluas keadilan dan kesejahteraan.
“Kalau secara kuantitatif, tentu kita ingin perolehan pemilu naik, kursi bertambah, dan kader dipercaya menjadi pejabat publik, namun yang lebih utama adalah bagaimana amanah itu benar-benar meningkatkan kebermanfaatan, menghadirkan rasa keadilan, kesejahteraan, hingga kebahagiaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa proses tersebut tidak bisa dicapai dalam waktu singkat. Namun, menurutnya, niat dan arah harus terus dijaga, termasuk dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk memberi masukan dan nasihat.
“Semua ini butuh waktu, tapi niatnya harus selalu terpatri dan tentu kami juga perlu diingatkan, dinasihati oleh masyarakat, agar langkah kami tetap lurus,” kata Iwan.
Kunjungan BP3 DPP PKS ke Jawa Barat ini menjadi ruang pertemuan antara strategi pemenangan dan refleksi nilai. Di dalamnya, pemenangan tidak hanya dipahami sebagai kompetisi politik, tetapi sebagai upaya membangun hubungan yang lebih manusiawi antara partai dan warga—hubungan yang dimulai dari mendengar, hadir, dan memberi manfaat yang benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Artikel Terkait
-
RI Masuk Kategori Negara Gagal Sistemik Versi PBB, DPR: UU Kesehatan Malah Hapus Mandatory Spending
Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mewanti-wanti pemerintah agar waspada karena Indonesia masuk ke...
21 July 202374LikesBy titantitin -
Survei Internal PKS, IBH di Posisi Terdepan Calon Wali Kota Depok
DEPOK. iNews.id - DPD PKS Kota Depok mulai menjaring nama calon Wali Kota untuk berlaga dalam Pilkada 2024. Survei internal kader...
28 March 202281LikesBy titantitin -
Teror Tak Bersuara: Ketika Pinjol Meruntuhkan Jiwa dan Rumah Tangga
BANDUNG — Kebanyakan orang mengira pinjaman online hanya soal salah hitung bunga. Pinjam sekian, bayar sekian ditambah bunga...
10 July 202618LikesBy Noor Hafidz