Fraksi PKS Jabar: Mendengar, Mengakui, dan Mengawal Aspirasi Masyarakat Noor Hafidz 4 September 2025

BANDUNG – Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Barat berkumpul di halaman Gedung Sate. Mereka datang dengan kegelisahan, tapi juga dengan keberanian: menyampaikan kritik atas jalannya pemerintahan, atas kebijakan yang dianggap timpang, dan atas rasa keadilan yang sering tak sampai. Forum Dialog Terbuka Mahasiswa Jawa Barat ini digagas oleh Pemerintah Provinsi, dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jajaran Pemprov, pimpinan DPRD, aparat keamanan, dan tentu para mahasiswa yang menjadi wajah masa depan bangsa.

Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, KH. Tetep Abdulatip atau akrab disapa Mang Tetep, hadir dengan kesadaran bahwa forum ini bukan sekadar seremonial. “Kami hadir untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa secara langsung, sekaligus menampung kegelisahan mereka atas kondisi sosial-politik dan keamanan yang tidak stabil,” ujarnya. Ia menegaskan, Fraksi PKS Jabar tidak menutup mata bahwa selama ini mungkin ada kebijakan atau sikap politik yang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan rakyat. “Kami mengakui, pasti ada kekurangan dalam kerja-kerja kami. Kritik mahasiswa ini harus menjadi bahan perbaikan.”

Gelombang demonstrasi yang belakangan terjadi di sejumlah kota di Jawa Barat menunjukkan bahwa ada ruang yang belum cukup untuk aspirasi. Polisi bahkan menetapkan status siaga 1 setelah aksi massa di akhir Agustus menimbulkan bentrokan dan korban. Sejarah bangsa ini berkali-kali membuktikan: mahasiswa hadir bukan untuk membuat gaduh, melainkan untuk mengingatkan bahwa demokrasi harus dirawat.

Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan isu-isu konkret: tunjangan DPR RI, RUU Perampasan Aset Koruptor, hingga penanganan demonstrasi yang berujung korban jiwa. Mereka meminta agar hasil dialog tidak berhenti di ruang rapat, tetapi berlanjut menjadi rekomendasi kebijakan yang nyata.

Fraksi PKS Jawa Barat berkomitmen untuk mengawal aspirasi ini. Bukan hanya di forum terbuka, tetapi juga di ruang-ruang sidang DPRD, dalam pembahasan anggaran, maupun saat menyusun rekomendasi kebijakan. “Kami akan memastikan suara mahasiswa ini tidak hilang, melainkan menjadi bagian dari keputusan politik,” tegas KH. Tetep.

PKS Jawa Barat percaya bahwa partai politik tidak boleh takut dikritik. Justru dari kritik itulah lahir perbaikan. Karena politik sejatinya bukan tentang mempertahankan citra, melainkan tentang memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.

Mungkin Kamu Juga Suka

Artikel Terkait

Write a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *
Scroll