Ikhtiar Hadirkan Pemimpin Muda Terampil, Abah Iwan Dorong Kepemimpinan Berbasis Dampak Lewat APMI
BANDUNG — Fenomena tokenism dan krisis kaderisasi yang melanda partai politik menjadi tantangan serius bagi masa depan demokrasi di Jawa Barat. Di tengah dominasi demografi pemilih muda, kehadiran anak muda di panggung politik sering kali hanya dimanfaatkan sebagai penarik suara (vote getter) atau sekadar berani tampil, namun minim kapabilitas teknis dan pemahaman ideologi. Untuk itu, Ketua DPW PKS Jawa Barat, Iwan Suryawan mendorong hadirnya upaya lahirnya kepemimpinan berbasis dampak.
“Regenerasi kepemimpinan di tubuh partai adalah bentuk tanggung jawab moral PKS kepada warga Jawa Barat. Kami berupaya agar anak muda tidak hanya dijadikan alat penarik suara atau sekadar pemanis di panggung politik,” tegas Iwan Suryawan atau akrab disapa Abah Iwan untuk Akademi Pemimpin Muda Indonesia di Bandung pada Sabtu (10/10/2026).
Abah Iwan juga menerangkan, lewat APMI ini, DPW PKS Jawa Barat ingin menyampaikan, kalau kepemimpinan itu bukan soal jabatan. Namun, soal mengambil peran dan juga berdampak.
“Kami ingin menyampaikan, kepemimpinan itu bukan hanya soal posisi, jabatan, atau status sosial, melainkan tentang peran dan seberapa besar dampak nyata yang bisa kita hadirkan untuk masyarakat. Melalui APMI, semoga hadir pengurus-pengurus muda di tingkat DPW dan DPD yang kokoh memegang prinsip Bersih, Peduli, Profesional, dan Negarawan,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut berakar pada realitas lanskap politik di Jawa Barat. Meskipun kelompok pemilih muda (Gen Z dan Milenial) mendominasi lebih dari 50 persen Daftar Pemilih Tetap (DPT) Jawa Barat, porsi dominan ini kerap tidak sebanding dengan ketersediaan figur muda yang matang secara organisasi.
Pola instan dalam pengisian struktur partai politik tanpa melalui proses penggemblengan yang terukur memicu terjadinya celah keterampilan (skill gap) antar-generasi pengurus, yang pada akhirnya berdampak pada kurang responsifnya kebijakan partai terhadap persoalan riil warga.

Merespons tantangan teknis tersebut, Pengampu Program sekaligus Sekretaris Bidang Kepemudaan DPW PKS Jabar, Riyadhul Haq (Kang Iyadh), menjelaskan bahwa APMI dirancang secara khusus untuk membekali calon pengurus dengan kemampuan praktis.
“APMI ini didesain khusus untuk regenerasi struktur internal DPW dan DPD PKS se-Jawa Barat. Kami berharap, melalui APMI ini lahir calon pengurus yang bukan cuma percaya diri atau berani bersuara, tetapi benar-benar terampil dan memiliki kapabilitas teknis dalam mengelola organisasi,” terang Kang Iyadh.
Untuk itu, di agenda ini, Iyadh menyampaikan yang menjadi titik tekan adalah terkait keterampilan penyelesaian masalah, khususnya dalam kacamata “PKS Ideal” itu seperti apa.
“Di agenda APMI kali ini, penekanan utama kita adalah pengasahan kemampuan problem solving agar peserta mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah riil organisasi maupun sosial. Pengurus yang terampil adalah kunci dari hadirnya kerja-kerja partai yang berdampak bagi warga,” tambahnya.
Melalui APMI, PKS Jawa Barat mengintegrasikan pelatihan kepemimpinan berbasis materi problem identification, simulasi advokasi warga, hingga penguatan tata kelola organisasi daerah yang profesional. Pendekatan ini memastikan bahwa estafet kepemimpinan di tingkat wilayah maupun daerah tidak lagi hanya bertumpu pada kemauan, melainkan pada kapasitas kepemimpinan yang menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat Jawa Barat.
Kegiatan Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) tingkat Jawa Barat ini berlangsung di Bandung, yang diikuti oleh 70-an utusan kader muda calon pengurus dari tingkat DPW PKS Jawa Barat dan perwakilan DPD PKS dari 27 kabupaten/kota. Selain mendapatkan pembekalan teknis dari Bidang Kepemudaan, para peserta juga menerima materi penguatan ideologi partai yang disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS, Muhammad Kholid dan juga terkait kepemimpinan dari Kabid Kepemudaan DPP PKS, Aang Kunaifi.


Artikel Terkait
-
Anggota F-PKS Kab. Kuningan: Fokus pada Pengaduan, bukan Pengadaan Bansos
KUNINGAN - Bukan hanya anggota DPRD dari PKB yang mengaku tidak terlibat pengadaan komoditas sembako bansos, anggota dari...
10 March 202288LikesBy titantitin -
PKS Ciamis: Silaturahmi ke PPP Murni Perkenalkan Kepengurusan Baru
Ciamis – Isu kekosongan kursi C2 di Kabupaten Ciamis sempat dikaitkan dengan langkah politik PKS yang intens melakukan silaturahmi...
19 September 202595LikesBy Noor Hafidz -
Kecelakaan Kerja Kembali Terulang, Netty Minta Pemerintah Turun Evaluasi PT GNI
Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher prihatin dengan kembali terjadinya kecelakaan kerja di PT...
5 October 202391LikesBy titantitin