Sebelum Jadi Solusi bagi Orang Lain, Cek Dulu: Apakah Rumah Kita Sudah Aman dari Pinjol?
Untuk para kader PKS Jawa Barat — sebuah ajakan untuk bergerak dari yang paling dekat.
Dalam sebuah webinar hukum yang dihadiri 760 peserta dari 20 kota dan kabupaten se-Jawa Barat, sebuah pertanyaan sederhana diajukan: pernahkah kamu atau orang terdekatmu bersinggungan dengan pinjaman online atau judi online?
Dari 278 peserta yang mengisi formulir, 34 orang mengaku pernah mengalaminya langsung — atau menyaksikannya pada orang yang paling mereka kenal.
Islam Sudah Lama Memperingatkan Kita
Jauh sebelum pinjol ilegal ada, Islam sudah meletakkan prinsip yang berbicara langsung ke akar masalahnya.
Yusuf Al-Qaradhawi menjelaskan bahwa Islam mengajarkan konsumsi yang berimbang — halalan thayyiban — yang tidak hanya mempertimbangkan kehalalan sesuatu, tapi juga cara memperolehnya dan dampaknya bagi kehidupan. Pemenuhan kebutuhan harus didasarkan pada skala prioritas yang benar: membedakan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang sekadar diinginkan.
Pinjol ilegal bekerja dengan cara yang berlawanan. Ia hadir tepat di momen ketika seseorang paling tidak mampu berpikir jernih — ketika kebutuhan mendesak, tagihan menumpuk, dan tekanan terasa tidak ada habisnya. Di momen itulah, tawaran “cair dalam 5 menit” terasa seperti jawaban dari langit.
Padahal Rasulullah ﷺ sudah memperingatkan:
“Al-‘ajalatu minas syaithan.” Tergesa-gesa itu dari syaitan. (HR. Tirmidzi)
Tergesa-gesa bukan hanya soal bergerak cepat. Ia adalah kondisi ketika seseorang mengambil keputusan besar dalam keadaan panik — melewati pertimbangan, melewati musyawarah, melewati doa. Dan di situlah pintu jebakan terbuka lebar.
Al-Qaradhawi juga menegaskan bahwa tujuan syariah bukan hanya mengatur halal dan haram — tapi menjaga tatanan moral dan sosial yang melindungi individu, keluarga, dan komunitas. Ketika seseorang terjerat pinjol, yang rusak bukan hanya keuangannya. Yang rusak adalah tatanan itu.
Apa yang Sebenarnya Terjadi di Luar Sana
Pinjol hadir sebagai solusi, namun sejatinya dia bisa menjadi jerat yang dapat membuat kehidupan seseorang tak bisa lagi tenang.
Dari Uqbah bin Amir Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لا تُخِيفوا أنفُسَكم بعْدَ أَمْنِها. قالوا: وما ذاكَ يا رسولَ اللهِ؟ قال: الدَّيْنُ
“‘Jangan kalian meneror diri kalian sendiri, padahal sebelumnya kalian dalam keadaan aman.’ Para sahabat bertanya, ‘Apakah itu, wahai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab, ‘Itulah hutang!’ (HR. Ahmad [4/146], At-Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir [1/59], disahihkan Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah [2420])
Ash-Shan’ani Rahimahullah menjelaskan, “Karena hutang itu menjadi teror bagi sang penghutang di siang hari. Dan menjadi kegelisahan baginya di malam hari. Maka seorang hamba jika dia mampu untuk tidak berhutang, maka janganlah dia meneror dirinya sendiri. Hadis ini juga berisi larangan bermudah-mudahan untuk berhutang dan menjelaskan kerusakan dari mudah berhutang, yaitu dalam bentuk rasa takut. Karena Allah jadikan ada hak bagi pemilik harta (untuk menagih hartanya).” (At-Tanwir Syarhu Al-Jami’ Ash-Shaghir, 11: 92).
Wujudnya hari ini, seseorang yang mengambil pinjol akan mengalami ragam persoalan. Di antaranya:
Jebakan utang yang tidak ada ujungnya. Bunga berbunga membuat utang pokok berlipat ganda dalam hitungan minggu. Seseorang yang meminjam Rp500 ribu bisa mendapati dirinya berutang Rp5 juta sebulan kemudian — bukan karena tidak mau membayar, tapi karena sistemnya memang dirancang untuk tidak bisa dilunasi dengan mudah.
Tekanan mental yang menggerus dari dalam. Penagihan tidak etis — ancaman, penghinaan, penyebaran foto dan data pribadi ke seluruh kontak — memicu stres berat, depresi, bahkan dalam kasus paling tragis, mendorong korban ke keputusan yang tidak bisa ditarik kembali.
Pintu kejahatan yang terbuka. Korban yang terdesak dan tidak punya jalan keluar sering nekat melakukan tindakan kriminal — mencuri, menipu, bahkan merampok — semata-mata untuk membayar utang yang terus membesar.
Keluarga yang berantakan. Tekanan finansial yang tak tertanggungkan memicu keretakan rumah tangga. Perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, anak-anak yang kehilangan stabilitas — semua bisa berakar dari satu keputusan tergesa di malam yang sulit.
Etos kerja yang runtuh. Yang paling berbahaya dalam jangka panjang adalah pergeseran mentalitas: masyarakat yang terbiasa mencari jalan pintas perlahan kehilangan keyakinan bahwa kerja keras dan kesabaran adalah jalan yang benar. Dan keyakinan itu, sekali hilang, sulit untuk dikembalikan.
Satgas Anti Rentenir Kota Bandung mencatat lebih dari 17.000 pengaduan sejak 2018 — hanya dari satu kota. Secara nasional, 31.382 rekening judi online sudah diblokir. Dan angka itu terus bertambah.
Mulai dari Dalam: Cek Keluargamu Sendiri
Sebelum menjadi titik solusi bagi orang lain, ada satu langkah yang harus dilakukan lebih dulu.
Buka percakapan yang jujur dengan pasangan, orang tua, anak yang sudah dewasa, atau saudara yang tinggal bersama — bukan untuk menghakimi, tapi untuk memastikan tidak ada yang sedang menanggung beban sendirian di balik dinding rumah kita.
Tiga pertanyaan sederhana yang bisa jadi pembuka:
Pertama, “Ada aplikasi pinjaman yang pernah dicoba?” — ditanya dengan nada ringan, bukan interogasi. Banyak orang tidak menyadari bahwa aplikasi yang mereka gunakan adalah pinjol ilegal sampai sudah terlanjur terjerat.
Kedua, “Ada tagihan yang terasa berat dan belum diceritakan?” — karena banyak korban pinjol menyembunyikan masalah dari keluarga karena malu, sampai semuanya sudah terlambat.
Ketiga, “Kalau ada kesulitan keuangan, kita bisa bicara dulu sebelum cari pinjaman lain?” — membangun kesepakatan sebelum krisis terjadi jauh lebih mudah daripada menyelesaikan krisis yang sudah terlanjur ada.
Kemudian Lihat ke Sekitar
Setelah rumah sendiri aman, lingkaran berikutnya adalah komunitas.
Kader PKS bukan ahli hukum — dan tidak perlu menjadi ahli hukum untuk bisa membantu. Yang dibutuhkan hanya tiga hal:
Kenali tandanya. Seseorang yang terjerat pinjol sering menunjukkan tanda yang bisa dibaca: tiba-tiba menghindari pergaulan, terlihat tertekan, sering meminjam uang dalam jumlah kecil, atau cerita yang tidak konsisten tentang kondisi keuangannya. Kepekaan untuk melihat tanda-tanda ini adalah modal pertama seorang kader.
Arahkan ke tempat yang bisa membantu. Inilah yang membedakan kader PKS dari tetangga yang baik hati biasa.
Kamu Tidak Sendirian: BAP PKS Jabar Ada di 27 Kota dan Kabupaten
Bidang Advokasi Partai DPW PKS Jawa Barat hadir di seluruh 27 kota dan kabupaten se-Jawa Barat — siap menerima konsultasi, mendampingi proses hukum, dan menjadi rujukan ketika kader menemukan kasus di lapangan.
Kader tidak perlu menjadi advokat untuk membantu. Kader hanya perlu tahu pintu mana yang harus diketuk — dan pintu itu ada di setiap DPD.
Ketika seseorang di sekitarmu terjerat dan tidak tahu harus ke mana, kamu bisa menjadi jembatan antara mereka dan bantuan yang sesungguhnya. Bukan dengan menyelesaikan masalahnya sendiri, tapi dengan memastikan mereka tidak sendirian menghadapinya.
Sebuah Undangan
Islam mengajarkan bahwa seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya — membantu melihat apa yang tidak bisa dilihat sendiri, dan meluruskan apa yang miring sebelum jatuh.
Hari ini, dengan masalah pinjol dan judol yang sudah masuk ke dalam rumah-rumah di sekitar kita, peran itu bukan pilihan. Ia adalah bagian dari tanggung jawab yang sudah kita terima ketika memilih menjadi bagian dari komunitas yang lebih besar.
Mulai dari rumahmu. Kemudian dari tetanggamu. Kemudian dari komunitasmu.
Jika kamu menemukan kasus yang butuh lebih dari sekadar percakapan — BAP PKS Jabar ada di kotamu, siap membantu.
Artikel ini disusun sebagai bagian dari upaya PKS Jawa Barat dalam mendorong kader menjadi agen perubahan di komunitasnya, berbasis pada webinar “Pinjaman Online, Judi Online, Permasalahan dan Penyelesaian Hukumnya” yang digelar Bidang Advokasi Partai DPW PKS Jawa Barat, 1 Juni 2026.
Artikel Terkait
-
Kang RinSo: Kader PKS Akan Lanjutkan Perjuangan Mang Oded
Kepergian Walikota Bandung Oded M Danial yang wafat saat akan memberi khutbah Jumat di Masjid Raya Mujahidin Jl...
-
Dapur Umum PKS Sediakan 1600 Nasi Bungkus per Hari bagi Warga Terdampak Gempa Cianjur
CIANJUR - DPD PKS Kabupaten Cianjur membuka dapur umum langsung di hari H kejadian gempa. Setiap hari dapur...
23 November 202264LikesBy titantitin -
Gelar Rakerda, PKS Ciamis Canangkan Pemenangan 14 Kursi DPRD dan Pilkada 2024
CIAMIS - DPD PKS Ciamis melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, (26/3/2022) di Hotel Tyara. Pada kesempatan...
28 March 202267LikesBy titantitin