Fraksi PKS Jabar: Mendengar, Mengakui, dan Mengawal Aspirasi Masyarakat
BANDUNG – Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Barat berkumpul di halaman Gedung Sate. Mereka datang dengan kegelisahan, tapi juga dengan keberanian: menyampaikan kritik atas jalannya pemerintahan, atas kebijakan yang dianggap timpang, dan atas rasa keadilan yang sering tak sampai. Forum Dialog Terbuka Mahasiswa Jawa Barat ini digagas oleh Pemerintah Provinsi, dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, jajaran Pemprov, pimpinan DPRD, aparat keamanan, dan tentu para mahasiswa yang menjadi wajah masa depan bangsa.
Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, KH. Tetep Abdulatip atau akrab disapa Mang Tetep, hadir dengan kesadaran bahwa forum ini bukan sekadar seremonial. “Kami hadir untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa secara langsung, sekaligus menampung kegelisahan mereka atas kondisi sosial-politik dan keamanan yang tidak stabil,” ujarnya. Ia menegaskan, Fraksi PKS Jabar tidak menutup mata bahwa selama ini mungkin ada kebijakan atau sikap politik yang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan rakyat. “Kami mengakui, pasti ada kekurangan dalam kerja-kerja kami. Kritik mahasiswa ini harus menjadi bahan perbaikan.”
Gelombang demonstrasi yang belakangan terjadi di sejumlah kota di Jawa Barat menunjukkan bahwa ada ruang yang belum cukup untuk aspirasi. Polisi bahkan menetapkan status siaga 1 setelah aksi massa di akhir Agustus menimbulkan bentrokan dan korban. Sejarah bangsa ini berkali-kali membuktikan: mahasiswa hadir bukan untuk membuat gaduh, melainkan untuk mengingatkan bahwa demokrasi harus dirawat.
Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan isu-isu konkret: tunjangan DPR RI, RUU Perampasan Aset Koruptor, hingga penanganan demonstrasi yang berujung korban jiwa. Mereka meminta agar hasil dialog tidak berhenti di ruang rapat, tetapi berlanjut menjadi rekomendasi kebijakan yang nyata.
Fraksi PKS Jawa Barat berkomitmen untuk mengawal aspirasi ini. Bukan hanya di forum terbuka, tetapi juga di ruang-ruang sidang DPRD, dalam pembahasan anggaran, maupun saat menyusun rekomendasi kebijakan. “Kami akan memastikan suara mahasiswa ini tidak hilang, melainkan menjadi bagian dari keputusan politik,” tegas KH. Tetep.
PKS Jawa Barat percaya bahwa partai politik tidak boleh takut dikritik. Justru dari kritik itulah lahir perbaikan. Karena politik sejatinya bukan tentang mempertahankan citra, melainkan tentang memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.
Artikel Terkait
-
FGD Fraksi PKS DPRD Jabar Soroti Masalah Sampah
Bandung - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jabar Haru Suandharu, menyatakan bahwa status darurat sampah Kota...
26 October 202369LikesBy titantitin -
PKS Buka Rekrutmen Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) untuk Semua Kalangan Masyarakat
BANDUNG – Sebagai bekal kemenangan pada tahun 2024 mendatang, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyatakan membuka rekrutmen Bakal...
30 December 202180LikesBy titantitin -
Abah Iwan: Kokohkan Barisan, Tingkatkan Pelayanan, Raih Kemenangan untuk Masyarakat Jawa Barat
PKS Jabar Siap Jalankan Empat Misi Besar Pasca Rakernas 2025 Jakarta — Bagi PKS, kemenangan sejati bukan soal...
12 November 202574LikesBy Noor Hafidz