Jelang Sumpah Pemuda, Kang Robi Ajak Pemuda Sunda Tak Antipati pada Politik dan Siapkan Diri Jadi Pemimpin
Bandung – Sikap antipati sebagian generasi muda terhadap politik serta minimnya pembinaan kader pemimpin Sunda menjadi tantangan tersendiri bagi masa depan Jawa Barat. Untuk itu, budayawan Sunda Robi Maulana Zulkarnain mengajak pemuda Sunda tidak menjauh dari politik dan mulai mempersiapkan diri menjadi pemimpin.
“Kalau kita tidak ikut berpolitik, hidup kita tetap dipengaruhi keputusan politik yang dibuat orang lain. Harga telur naik, masa aktif kuota berubah, semua itu berkaitan dengan kebijakan,” tegas Robi Maulana Zulkarnain atau akrab disapa Kang Robi dalam Padaringan Kabudayaan Sunda Episode 11 bertema “Sumpah Masih Pemuda” pada Selasa (27/10/2026).
Kang Robi juga menerangkan, berdasarkan berbagai survei, Generasi Z cenderung kurang tertarik terlibat dalam partai politik karena memandang politik identik dengan korupsi. Menurutnya, jika anak muda yang kritis dan idealis memilih menjauh, ruang politik berpotensi diisi oleh orang-orang yang pragmatis.
“Masyarakat tidak boleh antipati terhadap politik. Justru harus ada pendidikan politik, termasuk cara memilih pemimpin. Jangan memilih hanya karena popularitas, karena sedang viral, atau karena amplop menjelang pemilihan,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut berakar pada sejarah panjang peran pemuda Sunda dalam pergerakan bangsa. Kang Robi menyebut Paguyuban Pasundan yang berdiri pada 1913 dan Sekar Rukun, perkumpulan pelajar muda Sunda di Batavia pada 1918, yang turut berperan sebagai panitia pada kongres pemuda tahun 1926 dan 1928. Pada 1956, Front Pemuda Sunda juga menyelenggarakan Kongres Pemuda Sunda yang melahirkan gagasan pusat pendidikan di Jawa Barat, yang kemudian berkaitan dengan berdirinya Universitas Padjadjaran.
Di sisi lain, Kang Robi menilai pemuda hari ini masih menjadi sasaran perang pemikiran (ghazwul fikr) dan perang narasi (cognitive warfare), mulai dari hiburan berlebihan, narkoba, hingga budaya yang dangkal dan berorientasi kesenangan semata. Kondisi itu, kata dia, dapat melemahkan karakter ideal pemuda.
Merespons tantangan tersebut, Kang Robi menekankan pentingnya kaderisasi. Ia mengaku belum menemukan program pelatihan yang benar-benar berfokus pada kepemimpinan Sunda, padahal pertanyaan soal siapa pemimpin Sunda sudah dibicarakan sekitar 20 tahun.
“Ibarat orang yang mencari pohon jati di hutan, tapi ternyata tidak pernah menanamnya. Pemimpin tidak bisa tiba-tiba muncul tanpa pembinaan dan kaderisasi. Harus disiapkan, dibina, dan dikembangkan,” terang Kang Robi.
Ia menyebut masyarakat Sunda sebenarnya sudah memiliki kriteria pemimpin ideal, yakni luhung elmuna (berilmu tinggi), jembar budayana (berwawasan budaya luas), panceg agamana (kuat landasan agama dan moralnya), dan rancage gawena (cakap bekerja).
Menurutnya, tinggal bagaimana kriteria tersebut diterapkan melalui proses pembentukan kader, apalagi komunitas kebudayaan Sunda terus bermunculan di berbagai daerah. Kang Robi juga mengajak masyarakat Sunda memperkuat posisi tawar dalam politik nasional.
Jawa Barat, kata dia, berpenduduk besar, menjadi lumbung suara, dan memiliki banyak perguruan tinggi seperti ITB, Unpad, UPI, dan IPB, sehingga para tokoh dan kalangan terpelajar Sunda semestinya mampu menyatukan suara.
“Generasi muda Sunda harus bangga menjadi orang Sunda, jangan minder. Sejarah kita hebat, dari Tarumanegara, Galuh, sampai Pakuan. Pada akhirnya, mereka harus menjadi agent of change,” pungkasnya.
Padaringan Kabudayaan Sunda Episode 11 ini tayang di kanal YouTube PKSTV Jabar dengan mengusung tema “Sumpah Masih Pemuda”. Selain membahas peran pemuda Sunda dalam sejarah pergerakan bangsa.
Kang Robi sebagai narasumber juga menguraikan tantangan perang pemikiran, pentingnya pendidikan politik, hingga kriteria pemimpin ideal menurut nilai-nilai Sunda. Yang masih perlu dilengkapi tetap sama: hari, tanggal, dan lokasi. Kalau ada keterangan lain untuk penutup, misalnya nama pemandu atau lokasi syuting, kirim saja dan saya tambahkan.
Untuk selengkapnya, silahkan klik tautan berikut ini:
Artikel Terkait
-
Pertanyakan PP No 28 Tahun 2024, DPR: Anak Sekolah dan Remaja Mau Dibekali Alat Kontrasepsi?
Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengkritik PP Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan...
5 August 2024136LikesBy titantitin -
Dirikan Dapur Umum, PKS Karawang Distribusikan Makanan 3 Kali Sehari Kepada Korban Banjir
Banjir Karawang, DPC PKS Cikampek mendirikan dapur umum pada hari ahad, 7 Februari 2021, di lokasi yang banjirnya...
-
Baru Segelintir Hotel Olah Sampah Mandiri di Tengah Masalah Sampah Hantui Kota Bandung
Bandung, pajajaranekspres.com - Di tengah berbagai upaya untuk mengurai permasalahan sampah yang masih menghantui Kota Bandung, salah satu...
21 October 2024169LikesBy titantitin