Lebih dari Separuh Warga Jabar Berusia Muda, PKS Jabar Inkubasi Pemimpin Masa Depan Berbasis Blueprint Strategis
Bandung — Menyiapkan calon pemimpin di daerah berpopulasi raksasa tidak bisa sekadar mengandalkan popularitas instan atau euforia politik sesaat. Ketika tantangan generasi muda semakin kompleks—mulai dari krisis lapangan kerja, penataan karir, hingga dinamika ekonomi digital—Jawa Barat membutuhkan figur kepemimpinan yang paham akar masalah generasinya, memiliki komitmen tinggi, serta adaptif terhadap perubahan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PKS Jabar menggelar program inkubasi kepemimpinan anak muda bertajuk Jabar Next Future Leader.
“Pemimpin masa depan Jawa Barat harus lahir dari mereka yang memahami betul detak jantung generasinya. Mereka tidak hanya dituntut memiliki jati diri dan prinsip yang teguh, tetapi juga harus mampu memetakan persoalan masyarakat secara akurat dan bertindak lincah (agile) di tengah perubahan zaman yang begitu cepat,” ujar Ketua DPW PKS Jawa Barat, Iwan Suryawan untuk acara Jabar Next Future Leader di Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (26/9/2026).


Tantangan ini berakar pada struktur kependudukan Jawa Barat yang sangat khas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia yang dihuni lebih dari 50 juta jiwa ini mencatatkan lebih dari 53 persen penduduknya berada di kelompok Gen Z dan Milenial. Besarnya proporsi generasi produktif ini menjadikan kemampuan memetakan masalah pemuda dan penyediaan lapangan kerja sebagai syarat mutlak bagi calon pengambil kebijakan di daerah.
Pria yang akrab disapa Abah Iwan ini menegaskan bahwa kepemimpinan politik yang relevan harus ditopang oleh keseimbangan antara kejelasan prinsip dan kelincahan dieksekusi.
“Kita tidak bisa menyodorkan calon pemimpin yang hanya ikut-ikutan arus. Calon pemimpin harus memiliki positioning yang jelas, berdiri teguh pada nilai-nilai kebaikan, namun tetap terbuka serta adaptif dalam merumuskan solusi atas masalah nyata yang dihadapi warga Jawa Barat hari ini,” tegas Abah Iwan.
Mengamankan kualitas proses tersebut, Sekretaris Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai (BP2KP) DPW PKS Jawa Barat, Yogi Gustaman menjelaskan bahwa inkubasi ini dirancang melalui tahapan seleksi ketat untuk memastikan kapasitas dan komitmen para peserta.
“Sebagai bentuk upaya menyiapkan pemimpin-pemimpin muda yang kompeten di berbagai posisi, khususnya politik, kami menerapkan seleksi pada pelatihan ini. Peserta terpilih akan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara konsisten sampai puncak acara graduation di akhir tahun nanti,” ungkap Yogi yang juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana Jabar Next Future Leader Part 2.
Yogi menambahkan, fokus pelatihan tahap kedua ini diarahkan pada pemetaan masalah sosial secara presisi serta pembentukan karakter kepemimpinan yang unik.
“Positioning dalam personal branding membuat kita dikenal bukan hanya karena kemampuan kita, tetapi karena keunikan yang membedakan kita dari yang lain. Lewat blueprint strategis ini, para peserta diajak mengenali potensi diri sekaligus membedah persoalan warga secara sistematis,” tambahnya.


Penguatan kapasitas teknokratis dan fokus masalah juga ditegaskan oleh pemateri Jabar Next Future Leader, Alifya Ihya, yang menyoroti pentingnya konsistensi narasi kepemimpinan.
“Blueprint diri membuat kita tidak mudah terbawa oleh tren sesaat. Blueprint yang baik memastikan seorang calon pemimpin memiliki fokus yang tajam terhadap core topic atau masalah utama yang ingin diselesaikannya di tengah masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, narasumber lainnya, dr. Pamungkas, memberikan sudut pandang kritis terkait perubahan pola pikir dan mentalitas generasi muda dalam menghadapi tantangan lapangan kerja serta modal sosial.
“Faktor utama pengangguran itu sering kali berawal dari keengganan berinvestasi tenaga, waktu, dan modal sosial. Banyak anak muda baru mau bergerak jika langsung dibayar, padahal kepemimpinan dan kemandirian membutuhkan proses mengasah kapasitas serta membangun jejaring sosial terlebih dahulu,” tegas dr. Pamungkas.
Pelatihan bertema “Strategic Blueprint meets Perfect Execution” ini dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 26–27 September 2026, bertempat di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Agenda kali ini merupakan bagian kedua dari rangkaian program pelatihan berdurasi satu tahun yang digagas oleh BP2KP DPW PKS Jawa Barat, agenda ini diikuti secara antusias oleh puluhan peserta terpilih yang berasal dari kader muda struktur partai serta organisasi sayap PKS dari 27 kabupaten dan kota di seluruh Jawa Barat.
Artikel Terkait
-
Webinar ke II BPKK : Tantangan Konselor Menjawab Kegelisahan di Masa Pandemi
Persiapan menuju webinar telah dilaksanakan, kondisi pandemi yang tiada henti membuat rapat pun hanya berjalan secara online. Beberapa...
-
Flashmob PKS Kuningan Sekaligus Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1443 H
KUNINGAN - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Kuningan menggelar aksi Flashmob dalam rangka Tarhib Ramadhan. Hal ini sekaligus...
1 April 202292LikesBy titantitin -
Sebelum Jadi Solusi bagi Orang Lain, Cek Dulu: Apakah Rumah Kita Sudah Aman dari Pinjol?
Untuk para kader PKS Jawa Barat — sebuah ajakan untuk bergerak dari yang paling dekat. Dalam sebuah webinar...
9 June 202652LikesBy Noor Hafidz